Jujur kepada dunia!

Blog ini baru saya buat malam ini, Sabtu, 6 Juni 2009. Apakah perlu jujur lagi bahwa blog ini menjadi sebuah sarana untuk menumpahkan perasaan?

web-unesa-1

Mungkin tidak terlalu penting bersikap jujur kepada WordPress.com. Kita sama-sama tahu kalau wordpress.com tidak terlalu membutuhkan sikap jujur kita. Tetapi, pada saat kita ngeblog justru kita sedang membuka diri kepada dunia tentang siapa sebenarnya jati diri kita. Diminta atau tidak, dengan sekedarnya menuliskan isi hati di dalam sebuah blog dan kemudian akan banyak orang yang bisa membaca tulisan kita maka kebaikan ataupun keburukan terpampang dengan segera. Dengan blog kita mulai belajar jujur kepada dunia, yaitu bersikap apa adanya kita.

Hanya dengan modal kejujuran kita bisa mengungkapkan segala isi hati kita dengan gamblang dan lugas. Kalau kita tidak jujur, maka jalan pintas yang akan kita gunakan untuk melengkapi blog kita dengan tulisan-tulisan indah adalah dengan copy paste dari berbagai sumber yang sangat mudah kita dapatkan di internet. Bukan itu tujuan kita ngeblog! Tidak ada manfaat yang kita dapat bila itu yang kita upayakan.

Jujur saja, saya mengawali blog ini dengan satu keinginan: mengumbar segala macam perasaan yang ada di dalam dada. Saya tidak mau berbohong kalau saya memiliki perasaan sedih, susah, gelisah dan kecewa. Tetapi apalah artinya semua itu bila dibandingkan dengan lega hati, senang dan bahagianya bila perasaan yang tidak karuan itu hilang begitu saja setelah saya bersenda gurau dengan blog saya. Semakin tertekan perasaan saat memulai posting pertama, semakin lancar pula kata-kata saya tumpah dalam bentuk tulisan.

Jujur saya ikutkan banner alumni jurusan bahasa Inggris lantaran suatu perasaan sedih, tidak bisa memenuhi undangan untuk reuni pada hari Jum’at, 5 Juni 2009. Jujur juga saya benar-benar ingin datang. Apalah daya wong badan saya tidak bisa dibelah dua. Dua acara yang berbeda secara bersamaan dilakukan  pada satu hari–reuni dan rapat.  Jujur juga karena berat di ongkosnya.

Blog ini baru saya buat malam ini, Sabtu, 6 Juni 2009. Apakah perlu jujur lagi bahwa blog ini menjadi sebuah sarana untuk menumpahkan perasaan? Ya, boleh dibilang begitulah! Kalau memang acara reuninya tidak terlalu formal, ngapain juga tidak diadakan lagi dan lagi. Kan yang namanya reuni memang berarti kumpul lagi dan kumpul lagi?

Author: Secangkir Kopi

Aku? Tidak ada bedanya dengan orang lainnya. Aku manusia dedel kata temanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: