Nugroho Khoironi

Mungkin pertanyaan yang perlu ditanyakan pertam kali adalah: “Siapa Nugroho Khoironi?” Jawabnya, bukan siapa-siapa. Dia hanya seorang guru bahasa Inggris yang sudah mengajar selama 15 tahun di sebuah madrasah aliyah yang ditetapkan sebagai madrasah aliyah model di Jawa Timur, tepatnya MAN Model Bojonegoro.

Menulis di blog merupakan sebuah ketetapan hati untuk berpendapat tentang apa saja, terutama tentang dunia pendidikan. Inilah saluran yang dia pilih sementara di sekolah belum ada sistem komunikasi yang benar-benar terbuka untuk menampung inspirasi dan pemikirannya.

Seorang mahasiswa pernah berkata jujur kepadanya: “Bapak ini adalah guru yang nyentrik!” Itu karena hobby dia yang terkait dengan facebook dan blog. Tidak apa-apa. Biarkan semua orang mengatakan apa saja. No comment!

Latar belakang pendidikan yang membawanya berkarya dalam pengabdian sebagai guru bahasa Inggris di sekolah adalah IKIP Surabaya dan UPI Bandung. Meskipun bila disodori kesempatan kedua, profesi yang akan benar-benar dipilihnya adalah menjadi penulis, sekarang dia harus bersikap istiqomah dan konsisten pada visi dan misi perjuangan sebagai pendidik meskipun banyak tantangan di sana sini.

Mengajar bahasa Inggris sering bisa membuat seorang guru seperti dia berbahagia. Sekian lamanya dia melihat satu per satu siswanya gagal berbahasa Inggris. Mereka benar-benar belajar di kelas, sayang hasilnya tidak nampak kecuali pada sebagian kecil saja. Kendala utama para siswanya adalah tidak siap untuk berkata: “Bahasa Inggris mudah dan semua yang mau belajar pasti bisa!” Ciri bahasa dan cara belajar efektif yang tidak mereka punyai.

Dalam kurun waktu satu tahun ini, blog dan internet menjadi dunia baru yang tidak terpisahkan. Sempat juga ditunjuk sebagai webmaster di sekolah. Dari pengalaman ini maka satu pelajaran penting baginya–ternyata masih ada saja manajemen sekolah yang menganggap remeh keberadaan internet dan teknologi informasi.

Mengelola website sekolah justru tidak mendapat reward yang layak. Upahnya tidak terlalu banyak. Hampir tidak ada guru lain yang mengerti bagaimana caranya mengakses internet. Sementara itu kepala sekolah sendiri tidak pernah mendukung kegiatannya sejak awal. Sekarang ini ada hari-hari terkahir baginya untuk melepaskan posisi sebagai webmaster karena dia sudah dipecat oleh kepala sekolah di depan banyak guru. Inilah satu pelajaran yang tidak pernah dilupakannya.

Apakah setelah dipecat dari posisi webmaster membuatnya berhenti untuk menulis di blog? Berhenti mengajar? Tidak. Semuanya masih akan berjalan seperti biasa. Insyaallah!

Blog ini tidak dimaksudkan sebagai tempat berkeluh kesah. Karya dan kreasi yang berkualitas selalu bermula dari hal-hal yang remeh. Kegiatan menulis di blog harus terus dilanjutkan.  Dengan begitu, Nugroho Khoironi berharap banyak orang yang mengerti perasaan dan pemikirannya. Tiada hal yang tidak berguna di dunia kecuali yang tidak mendapatkan ridlo Allah. Misi blog yang bersifat sebagai pencerahan dunia pendidikan ini diharapkan akan sangat berarti bagi siapapun membacanya.

Selagi bisa, blog ini juga bermaksud untuk menertawakan diri sendiri. Aneh juga kalau dirasakan. Orang yang berkesempatan menempuh pendidikan cukup, tetapi kalahnya dia tidak mendapatkan tempat yang pantas.

 

#ojolalibahagia

Bojonegoro, 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: